SuaraInhil.com, KATEMAN – Hujan yang turun selama pelaksanaan tidak menyurutkan semangat ratusan peserta untuk mengikuti Lomba Tingkat II (LT.2) Regu Penggalang Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) 03 Kateman. Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Lapangan MTI Parit 7, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, resmi ditutup pada Minggu (25/10) sekitar pukul 16.00 WIB.
Penutupan dilakukan langsung oleh Kak Kusnanto,S.Pd, Ketua Kwarran Gerakan Pramuka 03 Kateman. Kegiatan ini diikuti oleh 12 pangkalan gugus depan (gudep) dari tingkat SD/MI, SMP, dan MTs yang berkompetisi sekaligus mengasah keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, serta jiwa persaudaraan antarpeserta didik.
Adapun pangkalan yang mengikuti LT.2 meliputi SD 001, SD 005, SD 006, SD 021, MI-TI, MI Nurul Huda, SMP Negeri 1 Kateman, SMP Negeri 3 Kateman, SMP Dwipa Abadi, MTs-TI, dan MTs Al-Ikhlas. Meski jumlah pangkalan yang disebutkan dalam data panitia masih 11, kegiatan ini tercatat diikuti oleh 12 pangkalan.
Berbagai materi perlombaan digelar untuk menguji kemampuan teknis kepramukaan dan keterampilan hidup para Penggalang. Di antaranya penjelajahan, morse, sandi, semaphore, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), bivak, tapak tenda, baris-berbaris, masakan rimba, kuliner Nusantara, obat tradisional, pionering, pidato, reportase, dan sejumlah materi lainnya.
Setiap perlombaan menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan, bekerja sama dalam regu, mengambil keputusan, serta menyelesaikan tantangan dengan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan kepramukaan yang tidak hanya menekankan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter.
Hujan Menjadi Ujian, Semangat Tetap Menyala
Cuaca yang kurang bersahabat menjadi salah satu tantangan selama kegiatan berlangsung. Namun, kondisi tersebut tidak memadamkan semangat para peserta dalam mengikuti rangkaian perlombaan hingga kegiatan berakhir.
Dalam sambutan penutupan, Kak Kusnanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan MTI yang telah menyediakan lokasi kegiatan. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran Majelis Pembimbing Ranting Gerakan Pramuka 03 Kateman, Forkopimcam, kantor, dinas, instansi dan badan terkait yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan LT.2.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para donatur, Kamabigus, pembina pendamping, jajaran panitia, Dewan Kerja Ranting (DKR), serta para Pramuka Penegak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
Penghargaan khusus juga ditujukan kepada seluruh adik-adik Penggalang yang telah mengikuti LT.2 dengan penuh semangat. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan kepramukaan bukan semata-mata diukur dari siapa yang membawa pulang piala, melainkan juga dari pengalaman, kedisiplinan, keberanian, dan pelajaran yang diperoleh selama proses berlangsung.
Juara Bukan Akhir Perjalanan
Usai penutupan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah kepada regu yang berhasil meraih prestasi terbaik.
Pada hasil akhir perlombaan, Regu Putra MTs-TI berhasil meraih Juara Umum I, sedangkan Regu Putri SMP Negeri 1 Kateman meraih Juara Umum I pada kategori putri.
Prestasi tersebut menjadi buah dari usaha, kekompakan, kedisiplinan, dan kerja sama regu selama mengikuti setiap materi perlombaan. Namun, bagi regu yang belum berhasil meraih juara, perjalanan mereka dalam kepramukaan tentu tidak berhenti sampai di sini.
Semangat sportivitas perlu tetap dijaga. Regu yang menang diharapkan tidak jumawa, sedangkan peserta yang belum beruntung hendaknya tidak berkecil hati. Setiap pengalaman selama LT.2 merupakan bekal berharga untuk memperbaiki kemampuan dan menghadapi tantangan berikutnya.
LT.2 bukan sekadar ajang perlombaan untuk menentukan siapa yang terbaik. Kegiatan ini merupakan sarana pendidikan di alam terbuka untuk membentuk Pramuka Penggalang yang lebih mandiri, tangguh, terampil, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, para Penggalang juga belajar bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan oleh kekompakan, kepemimpinan, kepatuhan terhadap aturan, dan kesediaan saling membantu dalam regu.
Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Kak Kusnanto secara resmi menutup LT.2 Regu Penggalang Kwarran 03 Kateman. Penutupan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan, tetapi bukan akhir dari proses belajar para peserta.
Sebab, semangat seorang Pramuka tidak hanya diuji ketika berdiri di arena perlombaan, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan, menerima kekalahan, menghargai kemenangan orang lain, dan tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
(Sulaiman)




