SuaraInhil.com, Tembilahan – Fakultas Ilmu Hukum (FIH) Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan meluluskan 172 mahasiswa dalam Yudisium Sarjana ke-XV Tahun Akademik 2026/2027. Momentum akademik yang berlangsung di Gedung Puri Cendana, Tembilahan, Selasa (13/10/2026), itu tidak hanya menandai keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya integritas dan tanggung jawab seorang sarjana hukum di tengah masyarakat.
Dari total 172 peserta yudisium, sebanyak 69 orang berasal dari program Reguler, sedangkan 103 orang lainnya mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Para lulusan tersebut memiliki latar belakang profesi yang beragam, mulai dari anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), perangkat desa, aparatur sipil negara (ASN), karyawan swasta, wartawan, hingga peserta yang belum bekerja.
Berdasarkan rekapitulasi profesi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat 37 peserta dari kalangan anggota Polri, sementara 44 peserta tercatat berasal dari kelompok warga yang belum bekerja. Keragaman latar belakang ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi hukum menjadi ruang pengembangan kompetensi bagi masyarakat dari berbagai bidang pekerjaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Yayasan Indra Education College, Muchlis, S.E., M.M., yang mewakili Ketua Yayasan; Rektor Unisi Tembilahan, Assoc. Prof. Dr. H. Najamuddin, Lc., MA.; Dekan Fakultas Hukum, Dr. H. Ali Azhar, S.Sos., M.M., M.H.; serta Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Dr. Bambang Sasmita Adi Putra, S.E., S.H., M.H. Hadir pula para dekan, ketua program studi, dosen, jajaran pimpinan civitas akademika, dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Unisi, Dr. H. Ali Azhar, menegaskan bahwa gelar Sarjana Hukum bukanlah garis akhir perjalanan akademik maupun pengabdian seseorang. Menurutnya, ilmu hukum harus menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap profesi dan institusi pendidikan.
Ia mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, serta etika dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.
“Seorang Sarjana Hukum harus berdiri di atas prinsip kejujuran dan keadilan. Jangan pernah memperjualbelikan keadilan,” tegas Ali Azhar dalam pesannya kepada para yudisiawan.
Pesan tersebut menjadi relevan mengingat sebagian lulusan telah berkecimpung dalam profesi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan kehidupan masyarakat. Integritas, menurut pesan yang disampaikan dalam yudisium, harus tetap menjadi landasan, baik ketika menjalankan tugas sebagai aparat, aparatur pemerintahan, maupun saat berkiprah di lingkungan sosial dan dunia usaha.
Sementara itu, Rektor Unisi Tembilahan, Assoc. Prof. Dr. H. Najamuddin, Lc., MA., mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Ia menilai perkembangan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks sehingga peningkatan pengetahuan harus terus dilakukan.
“Jangan berpuas dan berbangga dengan gelar yang sudah didapat. Teruslah menimba ilmu pengetahuan, karena tantangan zaman semakin hebat,” ujarnya.
Rektor juga mengajak para alumni untuk tetap menjaga hubungan dengan almamater dan berperan dalam memperkenalkan Unisi kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa program Magister (S2) Hukum telah dibuka dengan biaya yang disebut terjangkau, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan.
Dukungan turut disampaikan Wakil Ketua Yayasan Indra Education College, Muchlis, S.E., M.M. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unisi dapat diterapkan secara nyata dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan kelulusan, penyerahan ijazah dan transkrip akademik, serta foto bersama pimpinan universitas, fakultas, dan seluruh peserta yudisium.
Bagi 172 lulusan tersebut, yudisium bukan sekadar pengakuan atas keberhasilan akademik, melainkan juga awal dari tanggung jawab baru untuk menerapkan ilmu hukum secara profesional, beretika, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan.
(Sulaiman)




