Suarainhil.com, Tembilahan – Ada pemandangan yang menyejukkan di tengah hiruk-pikuk warga yang berolahraga di kawasan Car Free Day (CFD) Indragiri Hilir, Minggu (19/4/2026). Sekelompok anak muda dari Komunitas Serambi Aksara Indragiri tampak asyik menggelar lapak buku gratis, mengubah sejenak aspal jalanan menjadi ruang diskusi yang penuh kehangatan.
Gerakan ini lahir dari tangan-tangan kreatif generasi Z yang ingin membuktikan bahwa literasi tak harus selalu berada di balik sekat perpustakaan yang sunyi. Melalui konsep Lapak Baca Gratis, mereka menjemput bola, mengajak warga untuk berhenti sejenak, membaca, dan saling berbagi isi pikiran dengan cara yang sangat sederhana.
Heri Yuda, Pendiri Serambi Aksara Indragiri, menyebutkan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menciptakan budaya diskusi yang sehat di ruang publik. Ia percaya bahwa literasi adalah jembatan untuk menumbuhkan kesadaran sosial dan intelektualitas anak muda di Inhil.
“Kami ingin menghadirkan ruang yang hangat. Tempat di mana masyarakat bisa santai membaca dan bertukar gagasan tanpa merasa kaku,” jelas Heri.

Langkah ini juga menjadi bentuk sinergi bersama para penggerak literasi lainnya, seperti FTBM Inhil, KCL Inhil, dan TBM Hamfara Library. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa semangat untuk mencerdaskan daerah masih sangat kuat, terutama ketika dilakukan dengan cara yang lebih merakyat.
Harapannya, melalui tagline “Merawat Pikir, Menyulam Makna,” kehadiran lapak baca ini tidak hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus bertumbuh dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
(Sulaiman)




