SuaraInhil.com, Tembilahan – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendorong Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk memperkuat kaderisasi, membangun karakter kepemimpinan, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Generasi muda dinilai memiliki posisi penting dalam melahirkan gagasan konstruktif sekaligus menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Indragiri Hilir, Herman, melalui Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Fadillah, dalam kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) IV PMII Kabupaten Inhil yang dirangkaikan dengan Seminar Kebangsaan.

Konfercab IV PMII Inhil mengusung tema “Meneguhkan Estafet Pergerakan, Menguatkan Kaderisasi Bersinergi Membangun Indragiri Hilir”. Sementara itu, seminar kebangsaan mengangkat tema “Mainstreaming Moderasi Beragama dalam Dinamika Kebangsaan”.
Dalam sambutan tersebut, Fadillah menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan tidak cukup hanya menjadi ruang berkumpul dan berdiskusi. Lebih dari itu, organisasi harus mampu membentuk kader yang matang secara intelektual, kuat dalam karakter, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader PMII perlu mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin yang mampu membaca tantangan zaman, menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Indragiri Hilir.
Kaderisasi, lanjutnya, merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Melalui proses kaderisasi yang terarah, PMII diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga memiliki integritas, semangat pengabdian, dan kemampuan membangun kolaborasi.
Pemerintah daerah juga berharap PMII terus memperkuat sinergi melalui berbagai program sosial, kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta gagasan pembangunan yang berpihak pada kepentingan publik. Kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan elemen masyarakat dinilai penting untuk mendorong kemajuan daerah, termasuk dalam memperkuat perekonomian kerakyatan.
Di sisi lain, seminar kebangsaan menjadi ruang refleksi mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial yang dimiliki Kabupaten Indragiri Hilir, sikap saling menghormati dan menjaga persatuan menjadi fondasi penting bagi kehidupan yang harmonis.
Moderasi beragama juga menjadi bagian dari upaya membangun cara pandang yang seimbang, mengedepankan dialog, serta menghargai perbedaan tanpa menghilangkan keyakinan masing-masing. Mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam merawat toleransi dan menangkal sikap intoleran di lingkungan masyarakat.
Konfercab IV PMII Inhil dengan demikian tidak hanya menjadi agenda organisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat arah gerakan mahasiswa agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah.
Melalui penguatan kaderisasi dan pemahaman kebangsaan, PMII diharapkan terus melahirkan kader yang berintegritas, kritis, inklusif, dan siap mengambil bagian dalam membangun Indragiri Hilir yang maju, harmonis, serta berlandaskan semangat persatuan.
(Sulaiman)




