DARI JALAN HANCUR HINGGA FASILITAS MINIM: PEMUDA MENGULITI KETIMPANGAN ENOK DAN MENUNTUT SOLUSI NYATA PEMDA

IMG 20261014 WA0063(1)

DARI JALAN HANCUR HINGGA FASILITAS MINIM: PEMUDA MENGULITI KETIMPANGAN ENOK DAN MENUNTUT SOLUSI NYATA PEMDA

Oleh : Riga Azmizal (Mahasiswa kecamatan Enok)

Enok-14 Oktober 2026, Kecamatan Enok yang merupakan salah satu wilayah bersejarah dan salah satu kecamatan tertua di daerah ini, saat ini dinilai masih memprihatinkan dari segi pembangunan. Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah, minimnya sarana penunjang ekonomi, serta lambatnya pemerataan pembangunan menjadi keluhan utama yang tak kunjung menemui titik terang.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang Mahasiswa/Pemuda Kecamatan Enok yang menyuarakan kerinduan mendalam warga setempat akan perhatian nyata dan berkeadilan dari pemerintah daerah maupun pusat.

“Sebagai salah satu kecamatan tertua, Enok seharusnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan kebanggaan wilayah. Namun realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya: akses jalan antar-desa dan menuju pusat kota banyak yang rusak berat, jembatan penyeberangan kurang memadai, hingga fasilitas publik dasar yang belum optimal. Warga kami seolah merasa tertinggal dan dianaktirikan dalam roda pembangunan,” ujar Riga Mahasiswa/Pemuda Kecamatan Enok.

Dampak Signifikan Terhadap Kehidupan Warga

Keterbelakangan infrastruktur ini memberi dampak berantai (domino effect) yang sangat merugikan masyarakat sekitar, antara lain:

  • Perekonomian Melambat: Petani dan pelaku UMKM kesulitan mengangkut hasil perkebunan dan komoditas lokal ke luar daerah akibat akses transportasi yang buruk, yang pada akhirnya melambungkan biaya logistik dan menekan harga jual di tingkat petani.
  • Akses Kesehatan dan Pendidikan Terhambat: Anak-anak sekolah dan warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat harus menempuh perjalanan berat dan memakan waktu lama untuk mencapai fasilitas kesehatan atau sekolah terdekat.
  • Potensi Daerah Terkubur: Potensi sumber daya alam dan budaya di Kecamatan Enok tidak mampu dimaksimalkan secara optimal karena keterbatasan aksesibilitas dan jaringan pendukung.

Harapan dan Tuntutan Kepada Pemerintah

Melalui pernyataan tertulis ini, masyarakat dan Pemuda Kecamatan Enok secara terbuka menyampaikan beberapa poin dorongan dan harapan prioritas kepada pemerintah daerah, provinsi, maupun tingkat pusat:

  1. Perbaikan dan Peningkatan Jalan Utama: Meminta penganggaran prioritas untuk perbaikan total akses jalan utama serta jembatan penghubung di wilayah Kecamatan Enok pada tahun anggaran mendatang.
  2. Pemerataan Fasilitas Publik: Peningkatan mutu sarana pendidikan, fasilitas kesehatan dasar, serta penyediaan jaringan internet yang stabil hingga ke pelosok desa.
  3. Program Pemberdayaan Ekonomi Lokal Adanya pendampingan dan stimulus ekonomi yang berkelanjutan bagi para petani, nelayan, serta pelaku usaha kecil setempat.

“Kami tidak meminta perlakuan istimewa, kami hanya menuntut hak dasar kami sebagai bagian dari daerah ini. Kami berharap suara masyarakat Enok dapat didengar, direspon, dan direalisasikan dalam aksi nyata pembangunan yang adil dan merata,” tutup Riga Mahasiswa/Pemuda Kecamatan Enok.

  • Tentang Masyarakat Kecamatan Enok

Kecamatan Enok merupakan wilayah dengan sejarah panjang dan potensi sumber daya alam yang melimpah. Didiami oleh masyarakat yang tangguh dan bertani/berkebun sebagai mata pencaharian utama, Enok bercita-cita untuk terus berkembang menjadi kawasan yang maju, sejahtera, dan mandiri secara ekonomi.

Tags

Picture of suarainhil

suarainhil