Mahasiswa FMIPAKES UMRI Sosialisasikan Bela Negara di Era Digital di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru

IMG 20260520 WA0005

PEKANBARU – Mahasiswa/i Fakultas MIPA dan Kesehatan (FMIPAKES) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Program Studi Farmasi melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Generasi Muda Tangguh: Bela Negara di Era Digital dan Media Sosial” di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Riau.

Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan KH Ahmad Dahlan No.90, RT.4/RW.5, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau 28124 itu diikuti oleh siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru sebagai peserta sosialisasi.

Program tersebut merupakan bagian dari pemenuhan tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan dengan dosen pengampu Ilham Hudi, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 4 yang beranggotakan Rizki Kinanti Aulia (250205217), Naila Ul Misbah (250205224), Reyfa Mahesa S (250205227), Nazira Salsabila (250205234), Fadhila Liana (250205235), Nasyila Sazkia (250205245), Nabila Agustina (250208248), Kuntum Khaira Divi (250205253), Siti Afriani Pratiwi (250205256), dan Safira Wulandari (210205037).

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 demi menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Mahasiswa juga memaparkan dasar hukum bela negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Di era perkembangan teknologi dan media sosial saat ini, peran generasi muda dinilai sangat penting dalam menjaga persatuan dan nilai kebangsaan. Bela negara tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga diwujudkan melalui sikap bijak dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital.

Dalam penyampaiannya, para mahasiswa menekankan pentingnya literasi digital bagi pelajar agar mampu memilah informasi, menghindari penyebaran hoaks, serta tidak mudah terpengaruh konten negatif di media sosial. Selain itu, siswa juga diajak untuk aktif menciptakan konten positif sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga persatuan bangsa di era digital.

“Kesadaran bela negara dapat dimulai dari penggunaan media sosial yang bijak, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta menanamkan rasa cinta tanah air di kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Mahasiswa juga menjelaskan dampak positif dan negatif media sosial terhadap siswa dan masyarakat. Dampak positifnya antara lain meningkatkan wawasan, mempererat persatuan, serta memudahkan akses informasi dan komunikasi. Sementara dampak negatifnya meliputi penyebaran hoaks, cyberbullying, kecanduan gadget, hingga pengaruh budaya luar yang dapat mengikis nilai-nilai kebangsaan.

Selain itu, peran sekolah dan guru juga dinilai sangat penting dalam membentuk karakter siswa di era digital. Melalui edukasi dan pengawasan yang baik, siswa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang cerdas, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat bela negara.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab terkait penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab di kalangan pelajar.

Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa FMIPAKES UMRI berharap para siswa dapat menjadi generasi muda yang tangguh, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di era digital.

Picture of suarainhil

suarainhil