SuaraInhil.com, Kateman – Persoalan pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil di Kecamatan Kateman kembali menjadi perhatian masyarakat. Meski kondisi pemadaman saat ini tidak selama beberapa waktu lalu, gangguan yang masih terjadi dinilai menjadi sinyal bahwa kebutuhan energi listrik di wilayah tersebut terus meningkat dan memerlukan langkah antisipasi yang lebih serius.
Seiring berkembangnya Kecamatan Kateman sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan pelayanan masyarakat di Indragiri Hilir, jumlah pelanggan listrik juga terus mengalami pertumbuhan. Bertambahnya rumah tangga, pelaku usaha, serta fasilitas umum yang membutuhkan pasokan listrik membuat beban sistem kelistrikan semakin besar dari tahun ke tahun.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat menilai perlunya penambahan mesin baru atau peningkatan kapasitas pembangkit guna mengimbangi lonjakan kebutuhan energi. Langkah itu dianggap penting agar pelayanan listrik dapat lebih stabil dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Berbagai kalangan menilai bahwa keberadaan mesin baru bukan lagi sekadar kebutuhan jangka panjang, melainkan sudah menjadi bagian dari solusi yang perlu dipertimbangkan sejak sekarang. Terlebih, perkembangan wilayah yang terus bergerak maju diperkirakan akan diikuti oleh bertambahnya pelanggan baru dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, para petugas PLN terus bekerja maksimal untuk menjaga sistem kelistrikan tetap berjalan. Berbagai upaya perbaikan dan pemeliharaan dilakukan di tengah keterbatasan yang ada. Dedikasi petugas di lapangan pun mendapat perhatian dari masyarakat yang memahami bahwa mereka bekerja dalam situasi yang tidak mudah.
Namun demikian, keluhan dari pelanggan tetap tidak dapat dihindari. Aktivitas usaha, pekerjaan, hingga kebutuhan rumah tangga kerap terganggu ketika pemadaman terjadi. Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, kestabilan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas dan keberlangsungan usaha mereka.
Kondisi ini memunculkan harapan agar seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama mencari solusi terbaik. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pihak PLN, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda diharapkan dapat membangun komunikasi yang konstruktif demi merumuskan langkah-langkah strategis untuk masa depan kelistrikan Kateman.
Masyarakat pada dasarnya memahami bahwa mesin yang telah lama beroperasi memiliki keterbatasan dan para petugas PLN juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Namun di sisi lain, masyarakat juga berharap adanya terobosan nyata, termasuk penambahan mesin baru yang mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah ini.
Dengan pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat dan pembangunan yang terus berjalan, kebutuhan listrik yang stabil bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak. Warga Kateman kini menantikan langkah konkret agar persoalan yang selama ini dirasakan dapat teratasi, sehingga aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan roda perekonomian dapat berjalan lebih baik tanpa dibayangi gangguan listrik yang berulang.
(Sulaiman)




