Kempas – Tim Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Indragiri (UNISI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Digital BUMDes melalui Penguatan Teknologi Pangan dan Kapabilitas SDM dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Usaha Desa” di Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Kempas, Kepala Desa Rumbai Jaya Ahmad Riadin, SP, perangkat desa, pengurus BUMDes se-Kecamatan Kempas, BPD, narasumber dari Dinas Pertanian dan Dinas PMD, tim peneliti FEB UNISI, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISI.
Ketua Tim Peneliti, Widyawati, SE., MM., mengatakan penelitian ini bertujuan menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan BUMDes melalui pemanfaatan teknologi digital dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, transformasi digital menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha, memperluas pemasaran produk desa, serta memperkuat daya saing BUMDes.
Dekan FEB UNISI, Dr. Ahmad Rifai, SE., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan FGD sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia berharap hasil penelitian dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah desa dan pengelola BUMDes dalam mengembangkan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas pemanfaatan teknologi pangan, penguatan kelembagaan BUMDes, peningkatan kompetensi SDM, serta strategi menciptakan usaha desa yang berkelanjutan.
Mahasiswa KKN UNISI juga turut berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Salah satunya, Riki, yang juga menjabat sebagai Menteri di lingkungan kampus UNISI, menyebut FGD memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa dapat melihat langsung penerapan transformasi digital di tengah masyarakat.
“Kami belajar langsung bagaimana teori transformasi digital diterapkan di desa. Ke depan, kami ingin mahasiswa UNISI terus berperan aktif menjawab tantangan masyarakat. FGD ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan BUMDes,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat terus berlanjut sehingga mahasiswa tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian penting dalam pembangunan dan pemberdayaan desa.




