PLN Targetkan Pemulihan Listrik Pulau Burung, Mesin Caterpillar Diproyeksikan Kembali Beroperasi 10 September

IMG 20260908

SuaraInhil.com, PULAU BURUNG — Harapan masyarakat Pulau Burung dan wilayah sekitarnya untuk mendapatkan pasokan listrik yang lebih stabil mulai menemukan titik terang. PLN tengah mempercepat perbaikan dua mesin pembangkit di PLTD Pulau Burung yang menjadi penyebab terjadinya defisit daya hingga sekitar 500 kW.

Kondisi defisit tersebut membuat PLN harus menerapkan pemadaman bergilir guna menyesuaikan beban dengan kemampuan pembangkitan yang tersedia. Dampaknya dirasakan pelanggan, termasuk masyarakat di Desa Air Tawar dan Desa Sari Mulya, Kecamatan Kateman.

PIC PLN Sub Isolated Pulau Burung, Riski Razak, menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat kerusakan pada dua unit pembangkit, yakni Caterpillar 01 dan Cummins 02.

Menurutnya, PLN saat ini tidak tinggal diam dan terus mengupayakan percepatan perbaikan agar kedua mesin tersebut dapat kembali mendukung sistem kelistrikan Pulau Burung.

“Untuk Caterpillar 01 diperkirakan akan beroperasi kembali pada tanggal 10 September 2026,” jelas Riski saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan WhatsApp.

Jika Caterpillar 01 kembali masuk dalam sistem sesuai perkiraan tersebut, kondisi defisit daya sekitar 500 kW diharapkan dapat berakhir. Hal ini sekaligus membuka peluang dihentikannya pemadaman bergilir yang selama ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kemampuan pembangkit dan kebutuhan beban pelanggan.

Namun, PLN masih memiliki pekerjaan lanjutan. Mesin Cummins 02 juga tengah dalam proses perbaikan dan ditargetkan dapat kembali beroperasi pada minggu keempat September 2026.

Kembalinya Cummins 02 dinilai penting untuk memperkuat sistem kelistrikan Pulau Burung. Mesin tersebut nantinya diharapkan dapat berfungsi sebagai tambahan sekaligus cadangan daya sehingga sistem memiliki dukungan pembangkit yang lebih kuat.

Langkah perbaikan kedua unit mesin tersebut menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah yang masih mengandalkan sistem pembangkit terisolasi.

Bagi masyarakat, kepastian waktu perbaikan tentu menjadi kabar yang dinantikan. Pasokan listrik yang stabil dibutuhkan bukan hanya untuk penerangan rumah, tetapi juga untuk menunjang usaha, aktivitas perdagangan, komunikasi, pendidikan serta berbagai kebutuhan pelayanan masyarakat.

PLN menyadari pemadaman bergilir yang terjadi telah mengganggu aktivitas pelanggan. Atas kondisi tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak.

“PLN terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Riski Razak

Dengan target Caterpillar 01 kembali beroperasi pada 10 September dan Cummins 02 pada minggu keempat September, PLN berharap kondisi kelistrikan Pulau Burung secara bertahap kembali normal dan sistem memiliki cadangan daya yang lebih kuat.

(Sulaiman)

Picture of suarainhil

suarainhil