SuaraInhil.com,Tembilahan – Suasana belajar di sejumlah sekolah di Kota Tembilahan mendadak berubah. Di tengah keresahan warga akibat maraknya kemunculan kera liar yang berkeliaran hingga memasuki kawasan permukiman dan lingkungan pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengambil langkah cepat dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar menjadi sistem daring atau belajar dari rumah. Kebijakan ini diambil setelah ancaman kera liar dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir tertanggal 5 Agustus 2026 yang ditujukan kepada sejumlah satuan pendidikan terdampak di wilayah Tembilahan. Surat itu diterbitkan menyusul rapat koordinasi yang melibatkan pihak sekolah, komite sekolah, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta unsur terkait lainnya guna membahas langkah antisipasi terhadap meluasnya gangguan kera liar.
Berdasarkan kebijakan tersebut, siswa diberikan dispensasi untuk tidak hadir secara fisik ke sekolah. Pembelajaran tatap muka untuk sementara dialihkan menjadi pembelajaran daring mulai 6 hingga 8 Agustus 2026. Sementara itu, guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas di sekolah dengan menyesuaikan proses pembelajaran secara online agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dalam beberapa hari terakhir, laporan mengenai kemunculan kera liar di kawasan pemukiman warga terus meningkat. Kehadiran satwa liar tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan berbagai upaya penanganan guna mengendalikan situasi. Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari area yang dianggap rawan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas satwa liar tersebut.
Di balik keputusan mengalihkan pembelajaran ke rumah, tersimpan pesan kuat bahwa keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Pemerintah memilih mengambil langkah preventif demi menghindari risiko yang dapat mengancam anak-anak di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif.
Kini masyarakat Tembilahan berharap kondisi segera kembali normal. Anak-anak yang biasanya memenuhi ruang kelas harus sementara belajar dari rumah sambil menunggu situasi benar-benar aman. Hingga ancaman kera liar dapat ditangani, kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci untuk menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan pendidikan.
(Sulaiman)




