Mabiran Kateman Dikukuhkan, Pramuka Didorong Jadi Ruang Tumbuh Generasi Muda di Tengah Era Gadget

FB IMG

SuaraInhil.com, KATEMAN — Penguatan Gerakan Pramuka di Kecamatan Kateman kini diarahkan pada kerja yang lebih nyata. Setelah kepengurusan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) masa bakti 2026–2029 dikukuhkan, perhatian mulai diarahkan pada bagaimana seluruh unsur di dalamnya dapat mengambil peran dalam pembinaan generasi muda.

 

Pengukuhan dan pelantikan Mabiran Gerakan Pramuka Kateman berlangsung di SD Negeri 001 Tagaraja, Senin (7/9/2026). Pengukuhan dilakukan Kak Zulkarnain selaku Kepala Sekretariat Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 0402 Indragiri Hilir, atas nama Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Kak Junaidy, S.Sos., M.Si.

 

Kepengurusan Mabiran Kateman dipimpin Camat Kateman, Kak Akapriadi, SH, sebagai Ketua. Posisi Ketua Harian dipercayakan kepada Kak Edi Yansah, S.Pd. Sementara Wakil Ketua terdiri dari Kak Adi Candra, SE, Kak Edi Gunawan, SE., M.Si, Kapolsek Kateman dan Danramil Kateman.

 

Sekretaris Mabiran berasal dari Sekretaris Kecamatan Kateman. Sementara jajaran anggota diisi berbagai unsur, antara lain Kak Ade Barza dari Humas Sambu Group, Kak Nazarudin dari Humas PT Oscar Investama, Kak Zainuddin Dahlan, S.Pd, Kak Partiman, S.Hum., MM, para kepala sekolah, Direktur RSUD Raja Musa, para Kamabisa, unsur kesehatan, pendidikan serta sejumlah pembina dan tokoh lainnya.

 

Nama-nama yang tercantum dalam susunan anggota antara lain Kak Fahrizan, M.Pd.Gr, Kak Binti Marfuah, M.Pd, Kak Suriati, S.Pd, Kak Alfian, S.Hum, Kak Nopriady, S.Pd, Kak Azhari, S.Pd., M.Pd, Kak Hariyanto, S.Pd, serta Kak Rita Purnama Sari, S.Kep, Kak Syahroni, S.Pi, Kak Ratna Wais, S.Pd, Kak Raudatunur, M.Pd dan Kak Siti Maaisyah.

 

Selain itu, unsur Mabiran juga melibatkan para Kamabisa dari Tagaraja, Bandar Sri Gemilang, Amal Bakti, Air Tawar, Teritip, Tanjung Raja, Sari Mulya, Penjuru, Kuala Selat, Makmur Jaya dan Sungai Simbar. Kehadiran unsur tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan Pramuka tidak hanya bertumpu pada satu lembaga, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai lingkungan pendidikan dan masyarakat.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Indragiri Hilir, Kak Rahman serta Kak Mugiono selaku Ketua dan Sekretaris Dewan Kerja Cabang. Hadir pula Kepala Puskesmas Sungai Guntung Kak Syamsiah, S.Tr.Keb., M.Keb., Kepala KUA Kateman Kak Abdul Hayatussalis, S.Pd., M.Pd., Lurah Bandar Sri Gemilang Kak Edi Yansyah, Kepala Desa Penjuru Kak Salehudin, Ketua LAMR Kateman Datuk Zainuddin Dahlan, S.Pd.I., Humas Sambu Group Kak Ade Barza, para kepala sekolah yang juga Kamabigus dari jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA sederajat, serta jajaran Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kateman.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kak Akapriadi menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kerja bersama. Menurutnya, Gerakan Pramuka akan lebih kuat apabila pemerintah, Forkopimcam, dinas dan instansi, dunia pendidikan, pihak swasta serta masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.

FB IMG

Ia mengajak seluruh unsur tersebut, terutama pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kateman, untuk berkolaborasi, berkomunikasi dan bersinergi dalam menjalankan program pembinaan kepramukaan.

 

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tapi menjadi tugas dan amanah kita semua,” tegas Kak Akapriadi.

 

Menurutnya, Pramuka memiliki ruang yang cukup besar untuk mengambil bagian dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak-anak. Kegiatan kepramukaan dapat menjadi wadah untuk belajar disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, kemandirian hingga kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

 

Hal tersebut dinilai semakin relevan di tengah perubahan pola aktivitas anak-anak yang semakin dekat dengan perangkat digital. Gadget tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif, namun anak-anak tetap membutuhkan aktivitas yang membuat mereka bergerak, berinteraksi dan belajar secara langsung.

 

“Pramuka bisa menjadi salah satu kegiatan positif agar anak-anak kita tidak hanya fokus pada gadget,” ujarnya.

 

Karena itu, keberadaan Mabiran diharapkan tidak berhenti pada struktur organisasi dan agenda seremonial. Para pembimbing memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan, membuka ruang kolaborasi dan memastikan kegiatan Pramuka di tingkat gugus depan hingga ranting benar-benar berjalan.

 

Bagi Kateman, tantangannya bukan sekadar mempertahankan keberadaan organisasi Pramuka, tetapi bagaimana membuat kegiatan kepramukaan tetap menarik bagi anak-anak dan relevan dengan kehidupan mereka hari ini.

 

Dengan kepengurusan Mabiran masa bakti 2026–2029 yang melibatkan unsur pemerintahan, pendidikan, kesehatan, keamanan, swasta, tokoh masyarakat hingga para pembimbing satuan, harapan tersebut memiliki modal yang cukup kuat untuk diwujudkan melalui program yang terarah dan berkelanjutan.

 

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan Gerakan Pramuka bukan hanya terlihat dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari seberapa jauh kegiatan tersebut mampu melahirkan anak-anak yang lebih disiplin, mandiri, peduli, mampu bekerja sama dan siap mengambil tanggung jawab di tengah masyarakat.

(Sulaiman)

Picture of suarainhil

suarainhil