Reog Ponorogo Menggema di Tembilahan, Singo Manggolo Yudho Bawa Misi Lestarikan Budaya dan Bina Generasi

IMG 20260829 WA0011

SuaraInhil.com, Tembilahan — Dentuman musik tradisional dan semangat kesenian Reog Ponorogo menghidupkan suasana di Halaman Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kelurahan Sungai Beringin, Tembilahan, Minggu (23/8/2026).

IMG 20260829 WA0010

 

Pagelaran Seni Budaya Reog Ponorogo tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelantikan dan Peresmian Perkumpulan Seni Budaya Reog Ponorogo Singo Manggolo Yudho. Pertunjukan berlangsung meriah, disaksikan masyarakat dari berbagai kalangan yang datang menikmati kesenian tradisional yang sarat dengan nilai budaya dan filosofi.

 

Di balik kemeriahan pertunjukan, hadir pesan yang lebih besar: bagaimana kesenian tradisional tetap hidup di tengah derasnya perkembangan zaman, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dalam lingkungan yang positif.

IMG 20260829 WA0004

Ketua Perkumpulan Seni Budaya Reog Ponorogo Singo Manggolo Yudho, Hadi Sunaryo, mengatakan keberadaan perkumpulan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pentas seni semata. Reog ingin dijadikan ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kreativitas dan membangun karakter generasi muda.

 

«“Alhamdulillah, kegiatan pelantikan dan peresmian Singo Manggolo Yudho telah terlaksana dengan baik dan sukses. Kami sangat bersyukur atas dukungan seluruh pihak dan antusiasme masyarakat yang hadir,” ujar Hadi Sunaryo.»

 

Menurut Hadi, Reog Ponorogo memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat semangat kebersamaan, keberanian, disiplin, kerja keras dan kekompakan yang relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda.

 

Karena itu, Singo Manggolo Yudho ingin membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda untuk mengenal, mempelajari sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan seni budaya.

 

«“Bagi kami, Reog bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya dan membangun kebersamaan,” katanya.»

 

Hadi juga menyoroti pentingnya menghadirkan lebih banyak kegiatan positif bagi generasi muda. Menurutnya, seni dan budaya dapat menjadi salah satu jalan untuk mengarahkan energi anak muda kepada aktivitas yang membangun masa depan.

 

«“Kami ingin generasi muda memiliki kegiatan yang positif. Jangan sampai waktu dan masa muda mereka dihabiskan untuk hal-hal yang merusak masa depan. Melalui seni dan budaya, kita ingin mengajak mereka berkumpul, berkarya, belajar disiplin dan memiliki lingkungan pergaulan yang sehat,” tegasnya.»

 

Ia berharap keberadaan Singo Manggolo Yudho dapat ikut membantu mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja maupun berbagai perilaku negatif lainnya.

 

Bagi Singo Manggolo Yudho, menjaga anak muda bukan pekerjaan satu pihak. Keluarga, pemerintah, masyarakat, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan hingga komunitas seni memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi penerus.

 

Di tengah era digital, ketika anak muda begitu mudah bersentuhan dengan beragam informasi dan pengaruh dari luar, ruang-ruang kreatif seperti komunitas seni menjadi semakin penting. Bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi wadah untuk membangun disiplin, tanggung jawab, keberanian tampil dan kemampuan bekerja sama.

 

Pelantikan dan peresmian Singo Manggolo Yudho pun menjadi langkah awal untuk membawa semangat tersebut lebih jauh. Pelestarian Reog Ponorogo di Tembilahan diharapkan tidak hanya menjaga sebuah kesenian agar tetap dikenal, tetapi juga membuat generasi muda merasa memiliki dan bangga terhadap warisan budaya Nusantara.

 

Kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku seni, pemerintah, pemuda, tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama menghidupkan kegiatan kebudayaan di Kabupaten Indragiri Hilir.

 

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Singo Manggolo Yudho menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku seni, pengurus dan anggota, keluarga besar Singo Manggolo Yudho serta masyarakat yang hadir menyaksikan pagelaran.

 

Ke depan, Singo Manggolo Yudho berkomitmen menjaga eksistensi Reog Ponorogo di Tembilahan sekaligus memperluas ruang berkesenian bagi generasi muda.

 

Sebab, budaya tidak cukup hanya dikenang. Ia harus dimainkan, dipelajari, dirawat dan diwariskan.

 

Rawat budayanya, bina generasinya.

Jauhkan pemuda dari narkoba dan kenakalan.

Dekatkan mereka dengan seni, karya, persaudaraan dan prestasi.

 

Singo Manggolo Yudho

Melestarikan Warisan Budaya, Menyatukan Tradisi, Menginspirasi Generasi.

 

(Sulaiman)

Picture of suarainhil

suarainhil