Tekan Persoalan Sosial di Inhil, GP Ansor dan Pengadilan Agama Tembilahan Perkuat Ketahanan Keluarga

IMG 20260831 WA0031

SuaraInhil.com, Tembilahan — Persoalan keluarga dan berbagai problem sosial yang berkembang di tengah masyarakat menjadi perhatian Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Bersama Pengadilan Agama Tembilahan, GP Ansor mendorong penguatan ketahanan keluarga sekaligus peningkatan kesadaran hukum masyarakat melalui sinergi dan edukasi yang berkelanjutan, Senin (31/8/2026).

Langkah tersebut dibahas dalam silaturahmi dan dialog antara PC GP Ansor Inhil dengan Pengadilan Agama Tembilahan. Pertemuan menjadi ruang untuk menyamakan pandangan mengenai berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga, perempuan dan anak, generasi muda hingga kondisi sosial masyarakat.

GP Ansor menilai, persoalan seperti konflik rumah tangga, perceraian, pernikahan dini, perlindungan perempuan dan anak serta persoalan sosial lainnya tidak cukup hanya ditangani setelah masuk ke ranah hukum.

Upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting, salah satunya melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap hukum, hak dan kewajiban dalam keluarga serta cara menyelesaikan persoalan secara tepat.

Ketua PC GP Ansor Indragiri Hilir, Muhammad Suyuti, S.Pd.I, mengatakan organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengambil bagian dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Ansor tidak ingin hanya hadir ketika persoalan sudah terjadi. Kita ingin ikut membangun langkah-langkah pencegahan melalui edukasi, penguatan keluarga dan peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Karena itu, sinergi dengan Pengadilan Agama menjadi sesuatu yang sangat penting,” ujarnya.

Menurut Suyuti, pemahaman hukum yang baik dapat menjadi salah satu benteng bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga maupun sosial.

Ia menilai, masyarakat yang memahami hak dan kewajiban serta mengetahui jalur penyelesaian masalah akan lebih mampu mengambil keputusan secara bijaksana dan menghindari munculnya persoalan yang lebih besar.

“Persoalan sosial tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga hukum, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan masyarakat. Ansor siap menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

 

Pengadilan Agama Dorong Edukasi Sejak Dini

 

Wakil Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, H. Fahrurrozi, S.HI., M.H, menyambut positif silaturahmi dan komunikasi yang dibangun PC GP Ansor Inhil.

Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan memiliki posisi strategis karena pemuda dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya mengenai hukum keluarga dan pentingnya membangun ketahanan keluarga.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini. Pengadilan Agama tidak hanya memiliki fungsi menyelesaikan perkara, tetapi juga penting untuk membangun kesadaran hukum masyarakat. Karena itu, sinergi dengan GP Ansor sangat positif, terutama dalam upaya memberikan edukasi dan pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial,” ungkap Fahrurrozi.

Ia menjelaskan, persoalan keluarga yang akhirnya berujung pada proses hukum pada dasarnya membutuhkan perhatian sejak munculnya persoalan.

Karena itu, pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam keluarga, kemampuan menyelesaikan konflik secara bijak serta perlindungan terhadap kepentingan anak menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan dan ketahanan keluarga.

“Kita berharap sinergi ini tidak berhenti pada silaturahmi saja. Ke depan bisa ada kegiatan bersama, seperti penyuluhan hukum, diskusi tentang ketahanan keluarga, edukasi kepada generasi muda dan kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tambahnya.

Fahrurrozi juga menekankan bahwa pencegahan persoalan hukum membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau masyarakat sudah memahami aturan dan mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi persoalan, tentu banyak masalah yang bisa dicegah atau diselesaikan dengan lebih baik. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara lembaga peradilan, organisasi masyarakat, tokoh agama dan generasi muda,” jelasnya.

 

Pemuda Didorong Jadi Jembatan Edukasi

 

Dalam dialog tersebut, GP Ansor dan Pengadilan Agama Tembilahan turut membahas penguatan peran pemuda dalam memberikan edukasi sosial dan keagamaan kepada masyarakat.

GP Ansor dinilai memiliki ruang yang strategis untuk membantu menyampaikan informasi mengenai kesadaran hukum menggunakan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.

Sinergi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata, mulai dari penyuluhan hukum, diskusi kepemudaan, sosialisasi ketahanan keluarga, pencegahan pernikahan dini, edukasi perlindungan perempuan dan anak hingga kegiatan sosial lainnya.

Bagi PC GP Ansor Inhil, membangun daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Ketahanan sosial, kesadaran hukum dan kekuatan keluarga juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang aman, harmonis dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

Melalui kolaborasi dengan lembaga peradilan dan berbagai stakeholder lainnya, GP Ansor berharap gerakan kepemudaan tidak hanya hadir untuk merespons persoalan setelah terjadi, tetapi juga ikut membangun langkah-langkah pencegahan dari tingkat masyarakat.Suyuti

“Kita ingin Ansor hadir sebagai bagian dari solusi. Bukan sekadar membicarakan persoalan, tetapi ikut mencari jalan keluarnya,” pungkas Muhammad Suyuti.

 

(Sulaiman)

Picture of suarainhil

suarainhil