Pelantikan LAMR Kecamatan Kateman Masa Khidmat 2026–2031 Digelar 18 Oktober, Panitia Pastikan Persiapan Terus Dimatangkan

IMG 20261001 WA0027

SuaraInhil. com, KATEMAN — Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Kateman akan memasuki babak baru kepengurusan melalui pelantikan pengurus masa khidmat 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 18 Oktober 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Balai Rakyat Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam keberlanjutan kelembagaan adat di Kecamatan Kateman, khususnya dalam menjaga nilai-nilai adat Melayu, memperkuat peran kelembagaan adat di tengah masyarakat serta membangun sinergi dengan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Berdasarkan susunan yang tercantum dalam agenda pelantikan, Dt. H. Hamdan Zainuddin akan mengemban amanah sebagai Ketua DKA LAMR Kecamatan Kateman, sedangkan Dt. Zainuddin Dahlan dipercaya sebagai Ketua Umum DPH LAMR Kecamatan Kateman untuk masa khidmat 2026–2031.

 

Bukan Sekadar Pelantikan

 

Pelantikan kepengurusan baru tidak hanya dimaknai sebagai pergantian atau pengukuhan struktur organisasi. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi titik awal bagi pengurus LAMR Kecamatan Kateman untuk memperkuat keberadaan adat sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis, keberadaan lembaga adat diharapkan tetap mampu menjadi ruang untuk merawat identitas, nilai kebersamaan, marwah serta budaya Melayu yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kateman.

Karena itu, kepengurusan LAMR periode 2026–2031 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial pelantikan, tetapi dilanjutkan dengan kerja nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

 

Ketua Umum DPH: Momentum Memperkuat Peran Adat

 

Ketua Umum DPH LAMR Kecamatan Kateman, Dt. Zainuddin Dahlan, dalam tanggapan kepada awak media, Selasa (29/9/2026), menyampaikan bahwa pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum penting untuk memperkuat peran LAMR di tengah masyarakat.

«“Pelantikan ini bukan hanya sebuah kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab bersama untuk menjalankan lembaga adat dengan sebaik-baiknya. Kami ingin LAMR Kecamatan Kateman dapat terus hadir di tengah masyarakat, menjaga nilai-nilai adat Melayu serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.”»

Menurutnya, keberadaan LAMR harus mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tanpa kehilangan akar adat dan budaya yang menjadi identitas Melayu.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan seluruh unsur dalam menjalankan roda organisasi, sehingga program dan kegiatan LAMR ke depan dapat berjalan secara terarah serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Panitia Pastikan Persiapan Terus Dimatangkan

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Datuk Alfian, S.Hum, mengatakan persiapan kegiatan terus dilakukan menjelang pelaksanaan pada 18 Oktober mendatang.

«“Alhamdulillah, persiapan terus kami lakukan. Panitia berupaya memastikan seluruh kebutuhan kegiatan, mulai dari tempat, teknis acara, undangan hingga koordinasi dengan pihak-pihak terkait dapat dipersiapkan dengan baik. Kami berharap pada hari pelaksanaan nanti seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.”»

Datuk Alfian menambahkan, pihak panitia juga terus melakukan koordinasi agar pelaksanaan pelantikan dapat berlangsung tertib dan sesuai dengan agenda yang telah disiapkan.

Bagi panitia, kesiapan teknis menjadi bagian penting karena kegiatan tersebut bukan hanya membawa nama kepengurusan LAMR Kecamatan Kateman, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk menunjukkan semangat menjaga dan menghidupkan nilai-nilai adat Melayu di daerah.

 

Menanti Babak Baru LAMR Kateman

 

Dengan pelantikan yang dijadwalkan pada 18 Oktober 2026, perhatian masyarakat kini tertuju pada langkah awal kepengurusan LAMR Kecamatan Kateman masa khidmat 2026–2031.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan. LAMR dituntut mampu menjaga nilai adat di tengah perubahan zaman sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan generasi muda, pemerintah, tokoh masyarakat dan berbagai elemen lainnya.

Pelantikan di Balai Rakyat Sungai Guntung nantinya diharapkan menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Ia menjadi penanda dimulainya sebuah amanah baru—menjaga adat, merawat marwah Melayu dan menghadirkan kelembagaan adat yang tetap dekat dengan masyarakat.(Sulaiman)

Picture of suarainhil

suarainhil