Ansor-Banser Inhil Ziarah ke Makam Tuan Guru Sapat, Rawat Tradisi dan Teladani Perjuangan Ulama

IMG 20260831 WA0027

SuaraInhil.com, Tembilahan — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Indragiri Hilir bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menapakkan langkah ke salah satu situs religi penting di Kabupaten Indragiri Hilir. Rombongan melaksanakan ziarah ke makam ulama besar Syekh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari atau yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Sapat, di Dusun Hidayat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri, Minggu (30/8/2026).

Ziarah tersebut bukan sekadar perjalanan menuju makam seorang ulama. Bagi kader Ansor dan Banser Inhil, kegiatan ini menjadi ruang untuk kembali menengok sejarah, merawat tradisi keislaman serta mengambil pelajaran dari jejak perjuangan ulama yang telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kehidupan Islam di Indragiri Hilir.

Setibanya di kompleks makam, rombongan melaksanakan pembacaan Yasin, tahlil dan doa bersama. Suasana khidmat menyelimuti kegiatan tersebut ketika para kader memanjatkan doa sekaligus mengenang perjuangan dan keteladanan Tuan Guru Sapat.

Syekh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari dikenal sebagai salah satu ulama besar yang memiliki pengaruh kuat dalam perkembangan Islam di wilayah Indragiri. Selain dikenal sebagai ulama dan pendakwah, beliau juga tercatat sebagai Mufti Kerajaan Indragiri serta meninggalkan sejumlah karya keilmuan yang menjadi bagian penting dari warisan intelektual Islam.

Nama Tuan Guru Sapat hingga kini tetap hidup dalam ingatan masyarakat. Kompleks makamnya menjadi salah satu tujuan ziarah religi yang didatangi masyarakat dari berbagai daerah, termasuk peziarah dari luar negeri.

Bagi GP Ansor dan Banser Inhil, keberadaan makam tersebut bukan hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perkembangan kehidupan keagamaan di daerah tidak terlepas dari perjuangan panjang para ulama dan tokoh terdahulu.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indragiri Hilir, Muhammad Suyuti, S.Pd.I, mengatakan generasi muda, khususnya kader Nahdlatul Ulama, penting untuk mengenal sejarah dan menghormati para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.

«“Ziarah ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang perjuangan Tuan Guru Sapat. Beliau adalah ulama yang memiliki jasa besar dalam dakwah dan perkembangan Islam di Indragiri Hilir. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan beliau dengan menjaga agama, menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.»

Menurutnya, tradisi ziarah juga memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter kader. Dengan mengenal perjalanan hidup para ulama, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu mengambil nilai perjuangan, keikhlasan dan pengabdian yang telah diwariskan.

“Jangan sampai generasi muda kehilangan sejarah dan keteladanan para ulama. Dari makam para ulama kita belajar tentang ilmu, keikhlasan, perjuangan dan pengabdian,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kader Ansor dan Banser dengan ulama serta masyarakat. Aktivitas organisasi, menurut semangat yang dibawa dalam ziarah itu, tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan nilai keagamaan dan penghormatan terhadap para pendahulu.

Ziarah ke makam Tuan Guru Sapat juga memperlihatkan bagaimana tradisi keislaman terus dipelihara di tengah perubahan zaman. Bagi generasi muda, tradisi tersebut menjadi jembatan untuk mengenal akar sejarah dan memahami bahwa nilai-nilai keagamaan tumbuh melalui proses panjang yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Melalui ziarah ini, Ansor-Banser Inhil berharap semangat perjuangan Syekh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari dapat terus menjadi inspirasi bagi kader dalam menjalankan pengabdian kepada agama, masyarakat dan bangsa.

Merawat tradisi, mengenang ulama, mengambil ibrah dari perjuangan para pendahulu. Dari Sapat, semangat pengabdian itu kembali diteguhkan.

Ansor Bergerak, Banser Siap Mengabdi — Merawat Tradisi, Menjaga Ulama, Mengabdi untuk Umat dan Negeri.

(Sulaiman)

Picture of suarainhil

suarainhil