Skrining TBC di Sungai Guntung Capai 100 Persen, 53 Sampel TCM Diperiksa

IMG 20260831 WA0049

SuaraInhil.com, Kateman — Upaya menemukan kasus Tuberkulosis (TBC) secara dini terus diperkuat UPTD Puskesmas Sungai Guntung. Pelaksanaan skrining lokus pertama yang digelar pada Senin, 31 Agustus 2026, di Balai Rakyat Sungai Guntung, Kelurahan Tagaraja, berjalan lancar dengan seluruh sasaran kegiatan berhasil dicapai 100 persen sejak pagi hingga siang hari.

 

Sebanyak 100 peserta menjadi sasaran skrining pada kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, petugas kesehatan mengambil dan memeriksa 53 sampel untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Selain itu, sebanyak 8 peserta menjalani tes Mantoux sebagai bagian dari pemeriksaan sesuai kebutuhan dan penilaian tenaga kesehatan.

 

Kepala UPTD Puskesmas Sungai Guntung, Syamsiah, S. Tr. Keb., M. Keb., mengatakan pelaksanaan kegiatan di lokus pertama berjalan dengan baik. Seluruh sasaran yang telah ditetapkan dapat dijangkau dan mengikuti proses skrining.

 

“Alhamdulillah, pelaksanaan skrining di lokus pertama berjalan dengan baik. Sasaran kita sebanyak 100 peserta dan semuanya dapat tercapai 100 persen,” ujar Syamsiah.

 

Ia menjelaskan, kegiatan skrining dan tracing tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini TBC di tengah masyarakat. Peserta yang memerlukan pemeriksaan lanjutan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan sesuai indikasi medis.

 

Sementara itu, hasil tracing dan pemeriksaan masih dalam proses. Puskesmas belum dapat menyampaikan kesimpulan terkait hasil pemeriksaan sampai seluruh hasil resmi diterima dan dilakukan penilaian oleh tenaga kesehatan.

 

“Untuk hasil tracing masih belum keluar. Kita masih menunggu hasil pemeriksaannya. Setelah hasil keluar, tentu akan kita tindak lanjuti sesuai dengan hasil dan kondisi masing-masing peserta,” jelasnya.

 

Lokus Berikutnya di Kelurahan Bandar Sri Gemilang

 

Pelaksanaan skrining TBC akan kembali dilanjutkan pada 2 September 2026 di lokus kedua, yakni Kelurahan Bandar Sri Gemilang.

 

Untuk wilayah Kecamatan Kateman, terdapat lima lokus yang menjadi sasaran kegiatan. Setelah lokus pertama di Kelurahan Tagaraja, kegiatan selanjutnya akan menyasar Kelurahan Bandar Sri Gemilang sebelum berlanjut ke lokus berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

 

“Kita akan melanjutkan kegiatan tanggal 2 September di lokus kedua, yaitu Kelurahan Bandar Sri Gemilang. Di Kecamatan Kateman ada lima lokus yang menjadi sasaran kegiatan,” terang Syamsiah.

 

Ia berharap masyarakat dapat terus mendukung kegiatan tersebut dengan mengikuti proses skrining apabila menjadi sasaran. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar penemuan kasus dapat dilakukan sedini mungkin dan langkah penanganan dapat segera diberikan apabila ditemukan indikasi yang membutuhkan tindak lanjut.

 

Deteksi Dini Jadi Kunci

 

Skrining dan tracing memiliki peran penting dalam menemukan masyarakat yang berisiko mengalami TBC. Semakin cepat seseorang diperiksa, semakin cepat pula tenaga kesehatan dapat menentukan langkah berikutnya.

 

Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas Sungai Guntung tidak semata-mata mengejar angka capaian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dari risiko penularan TBC.

 

Capaian 100 persen sasaran pada lokus pertama menjadi langkah awal bagi Puskesmas Sungai Guntung untuk melanjutkan kegiatan di empat lokus lainnya.

 

Dengan pendekatan deteksi dini, pemeriksaan yang tepat, serta keterlibatan masyarakat, upaya pengendalian TBC di Kecamatan Kateman diharapkan semakin kuat dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan serta penanganan lebih awal.

 

(Sulaiman)

Picture of suarainhil

suarainhil